Jumat, 15 Juni 2018

Selamat Ulang Tahun!

Rabu, 5 Oktober 2016 | 07:46AM

"Selamat Ulang Tahun, Sayang"
Oleh : Sultan Sahara

Keluarlah! Keluarlah dari kamarmu dan lihatlah langit malam ini dibawah balkon kamarmu, sayang. Bulan sedang dalam bentuk terbaiknya, bukan? Lihat juga bintang-bintang yang begitu bersinar membentuk pola-pola rasi yang rumit. Tidakkah kamu melihat namamu tereja diantaranya? Ahhhh rasakan juga semilir angin yang berhembus, sayang! Sebab aku menitipkan separuh isi dadaku kepadanya. Aku harap ia dapat menyampaikanya secara utuh padamu, aku juga berharap engkau sedang memakai jaket abu-abumu yang tebal itu, sebab angin tetaplah angin. Aku tidak ingin engkau kedinginan karenanya.

Ya. begitulah aku, malam beserta semua elemen-elemen didalamnya yg bersimbiosa menciptakan harmoni yang sangat khas untuk menyambut salah satu hari paling penting dalam hidupmu. Ya, malam ini adalah hari hari keempat dalam bulan oktober kesembilan belas dalam hidupmu! Selamat ulang tahun, sayang! Selamat ulang tahun, Risca Untari Balowahani! Semoga engkau sehat dan bahagia selalu, semoga engkau dapat meraih mimpi-mimpimu, semoga engkau semakin dewasa diumurmu yg sekarang dan yang paling penting, semoga engkau semakin mencintaiku, sayang. Semoga. Kamu tahu, aku sejak lama tidak pernah berdoa lagi sehingga aku hanya memberikan pengharapan-pengharapan yang baik dan paling mungkin untukmu, juga untuk kita.

Sungguh, aku begitu senang malam ini sebab aku masih tidak menyangka bisa menjadi orang yang spesial dihari ulang tahunmu. Kamu ingat ulang tahunmu tahun lalu? Ya, kamu mengajakku makan-makan via BBM kala itu. Namun tawaranmu hanya berlaku selama 5 menit. Hahaha. Tentu saja aku tidak bisa datang untukmu karena aku sendiripun masih disibukkan dengan rutin pekerjaanku, sayang. Lalu setelah hari itu, hari-hariku yang sebelumnya begitu monoton berdimensi hitam-putih-abu-abu kini begitu penuh warna. Bahkan seringkali engkau menghadirkan tujuh warna pelangi sekaligus dalam kedekatan kita. Aku begitu bahagia bisa dekat denganmu juga memilikimu sampai detik ini, sayang. Aku menikmati ribuan jam yang terbunuh bersamamu dari sedih, susah hingga yang paling menyenangkan. Aku mengenang semua memori-memori indah kita, aku juga berharap bisa selalu mengingatnya agar kelak aku bisa menceritakanya kembali padamu ketika engkau sudah mulai pikun nanti dimasa tuamu, sayang.

Ahhh, aku tidak bisa menyembunyikan rasa yang meluap-luap ini, sayang. Rasa bangga, senang, bahagia, dan semua tentangmu. Ya, semuanya tentangmu. Wanita dengan sorot mata yang begitu jernih, dengan senyum yang begitu memikat sekaligus mematikan! Engkau juga pandai dalam banyak hal, sayang, terutama bahasa asing bangsa-bangsa asia timur. Aku juga begitu bersemangat ketika engkau mengajakku berdiskusi tentang suatu hal, apapun itu. Disana aku bisa melihat kecerdasanmu sebab engkau mendengar bukan seperti tong kosong yang menyerap semuanya. Engkau seringkali menegasikan penjelasanku, mendebatnya, menolaknya dengan caramu sendiri. Kamu tahu? Kamu adalah wanita paling seksi kala itu!

Terlalu banyak jika aku menuliskan semuanya disini, sayang. Engkau pun bukan tipikal yang rela orang lain banyak tahu tentangmu bukan? Maka izinkan aku mengungkapkan semuanya padamu secara langsung, seumur hidupku. Tetaplah menjadi wanitaku, sayang. Sekali lagi, selamat ulang tahun untukmu. Tetaplah mencintaiku dan bahagia selalu.

Peluk cium dari jauh.

-------------------------------------------------
Notes: seharusnya post ini di publish tgl 04 oct, namun karena beberapa kesalahan teknis baru bisa di publish hari ini.

http://alaihisatan.blogspot.co.id/2016/10/selamat-ulang-tahun-sayang_5.html?m=1

alaihisatan.blogspot.co.id

Minggu, 07 Mei 2017

Kerja Paruh Waktu Dan Istilah 'Gambling' Pada Mahasiswa


Mempunyai kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi tentu menjadi kebanggaan dan keberuntungan tersendiri, mengingat tingginya biaya kuliah dan ketatnya seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri. Orang-orang yang berhasil menyandang nama mahasiswa pun seolah-olah diberi tempat khusus di mata masyarakat.

“Oh! Inilah calon penerus bangsa kita!” kata mereka.

Dengan memegang prinsip ‘pendidikan adalah investasi jangka panjang’ tentu kalimat tersebut bukanlah ungkapan yang salah. Orang-orang yang memegang ijazah SMA atau SMP bahkan SD sekalipun tidak menutup kemungkinan untuk bisa sukses dikemudian hari. Namun dalam dunia kerja, memang, nama sarjana lebih dipertimbangkan ketimbang lulusan SMA/SMK. Tapi tetap kembali lagi ke awal, tergantung pada yang digantung, pekerjaan macam apakah itu? Selalu ada tempat dimana pengalaman dan kemampuan lebih dipertimbangkan ketimbang beberapa angka di secarik kertas bernama ijazah.

Oke, lanjut. Sebagai salah satu orang yang menyandang nama ‘mahasiswa’, entah kenapa aku merasa orang-orang seperti segan ketika berbicara denganku.

“Kamu lagi sibuk apa, dek? Kerjakah?”

“Aku kuliah, kak.”

“Oh! Kuliah dimana?”

“Di Untan, kak.”

“Oh! Jurusan apa?”

“Sosiologi, FISIP, kak.”

“Oh iya iya. Keponakan kakak juga ada yang kuliah di Untan. Dari Sintang dia.”  dan bla bla bla bla. Kemudian si Kakak pun melanjutkan meng-creambath rambutku sembari bercerita.

Namun nama mahasiswa juga menjadi sebuah tanggung jawab bagiku. Tentu saja aku tidak mau seseorang berkata “ah, masa mahasiswa kelakuannya seperti itu” dengan nada mencela. “Katanya mahasiswa?” dlsb.

Dengan nama mahasiswa yang orang-orang sepertiku bawa, aku merasa sedikit beruntung. Tentu dalam urusan melamar kerja, status mahasiswa ini akan menjadi pertimbangan perusahaan, pikirku. Namun ternyata, ada cerita tersendiri di balik nama mahasiswa dari sudut pandang dunia kerja paruh waktu.

Pengalaman ini aku dapatkan ketika aku menemani pacarku melamar kerja ke banyak restoran. Ia baru saja berhenti dari pekerjaan sebelumnya yang sudah ia jalani selama tiga tahun, dan sekarang ia sedang memulai awal yang baru. Dengan rasa percaya diri yang besar akan diterima bekerja, kami pun menaruh lamaran di tiga tempat sekaligus. Bahkan malam harinya kami sudah mendiskusikan bagaimana jika ia diterima diketiga tempat dan diminta datang untuk diwawancara sekaligus, mana tempat yang akan dia pilih? Seperti itu.

Namun hasilnya nihil. Sampai tiga hari ke depan kami tidak menerima panggilan satu pun. Kami pun mencoba untuk berpikiran positif, mungkin lowongannya sudah terisi dan kami terlambat mengantar lamaran tersebut.

Tidak putus asa, kami pun kembali menaruh lamar, kali ini di dua tempat sekaligus. Untungnya satu dari dua lamaran itu memberikan kesempatan. Schatz, pacarku, diterima bekerja di salah satu restoran, sebut saja Restoran A+. Namun ia diminta untuk bersedia di-training dulu selama seminggu dan ia tidak keberatan.

Empat hari bekerja dan ia bisa dibilang sudah bekerja dengan status koki, bukan lagi sebagai pegawai baru yang masih di-training. Keadaan Restoran A+ sangat santai saat sore hari, namun langsung mendadak sibuk di malam hari hingga tengah malam setiap harinya. Setiap malamnya kurang lebih delapan karung beras habis setiap harinya. Benar benar sibuk! Memasak jadi seperti medan pertempuran saja.

Namun efek dari jam kerja paruh waktu yang diambilnya mulai terasa. Sebenarnya ia mendapatkan shift ketiga yaitu bekerja mulai dari jam 12 malam hingga jam 7 pagi, sedangkan jam 8 paginya Schatz harus kuliah. Bahkan saat hari pertama bekerja, ia diminta harus sudah datang sejak jam 3 sore. Akhirnya setelah kurang lebih selama seminggu bekerja ia pun mengundurkan diri. Dan kami mulai fokus untuk mencari pekerjaan baru lagi.

Karena sempat diterima di salah satu restoran terkenal, kami jadi semakin percaya diri untuk melamar pekerjaan di tempat berikutnya.

Saat itu kami kembali menaruh lamaran ke dua tempat secara bersamaan. Setelah dua hari kami lewati tanpa panggilan, kami kembali menaruh lamaran di enam restoran sekaligus! Dan sayangnya, tiga hari juga telahberlalu tanpa panggilan satu pun. Bahkan kami menunggu hingga seminggu dan tetap tidak ada satu pun restoran yang memanggil.

Aku pun mulai curiga. Apa yang menghambat diterimanya Schatz di restoran-restoran yang membuka lowongan itu? Bukankah jika mereka sampai membuka lowongan berarti ada tempat kosong yang harus diisi? Apa surat lamaran Schatz salah? Atau ada yang salah dengan format daftar riwayat hidupnya? Apa karena ia laki-laki yang berambut panjang? Aku harus memintanya untuk memotong rambut jika itu adalah alasannya karena situasi kali ini taruhannya adalah tidak bisa membayar SPP semester depan.

Dan pertanyaan itu pun muncul. ‘Padahal Schatz adalah seorang mahasiswa, calon sarjana, kenapa ia malah sulit diterima kerja paruh waktu?’. Memang ada beberapa tempat yang tidak menyediakan pilihan untuk bisa bekerja hanya di shift sore saja. Jadi, apa nama mahasiswa yang dibawa Schatz ini justru memberatkannya dalam mencari kerja? Apa Schatz harus cuti kuliah untuk fokus bekerja dulu sekarang ini?

Akhirnya aku mencoba melakukan penelitian yang konyol. Aku mulai mempelajari salah satu akun lowongan kerja online yang ada di jejaring sosial facebook. Disana aku mengamati bagaimana cara orang-orang yang mencari pekerjaan dan bagaimana orang-orang yang menawarkan pekerjaan.

Setelah aku simpulkan secara ajaib, rata-rata yang mencari pekerjaan di grup online ini adalah orang yang memegang ijazah SD hingga SMA/SMK, bahkan ada yang tidak memiliki KTP dan beralasan jika ijazahnya hilang. Sedikit dan jarang sekali yang mengatasnamakan mahasiswa.

Kemudian ketika Schatz langsung menghubungi sang atasan ataupun orang yang menaruh nomor telfonnya di situs online tersebut, aku melihat perbedaan disaat Schatz belum menyebutkan bahwa dia masih berstatus aktif kuliah dan sesudah menyebutkan masih berstatus aktif kuliah. Ada beberapa kecanggungan yang terjadi dalam percakapan itu. Semua percakapan dengan sang atasan kebanyakan bersifat antusias sebelum Schatz mengatakan bahwa ia adalah mahasiswa aktif.

Mereka selalu mengawali wawancara dengan pertanyaan ‘sudah bekerja berapa lama sebagai koki? Di restoran mana saja? Pengalamannya pernah manyajikan menu apa saja? Bisa masak makanan apa saja? Bisa ngga hidangan chinese, western, nusantara, hidangan Korea atau  Jepang? Apa siap jika harus di tes atau training terlebih dahulu?’. Selalu begitu, pertanyaan yang sama.

Dan pertanyaan terakhir yang keluar adalah ‘sekarang sedang sibuk apa?’ yang akan dijawab Schatz dengan kalimat ‘saya masih kuliah dari pagi hingga sore’. Kemudian percakapan ini berakhir dengan sebuah kesunyian sejenak. Sangat terasa. Hanya saja Schatz terlalu takut untuk menyadarinya.

Dan jawaban terakhir dari Schatz itu selalu menuntunnya ke kalimat ‘oh oke, akan kami pertimbangkan. Nanti kamu akan kami hubungi lagi’. Dan kami tidak akan menerima panggilan apapun setelah percakapan itu berakhir. Selalu begitu, jawaban yang sama, akhir yang sama.

Aku pun semakin yakin bahwa nama mahasiswa yang Schatz sandang menjadi pemberat dalam perjalanannya mencari pekerjaan paruh waktu di restoran. Lalu aku ingat bahwa aku mempunyai teman saat SMA yang keluarganya mempunyai bisnis yang bergerak dalam bidang kuliner. Ia sedang berdomisili di Bandung saat itu untuk melanjutkan kuliah disana. Aku pun bertanya padanya via Line. Sebut saja dia Jonn. Aku pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

“Jonn, apakah bekerja di restoran itu benar-benar menggunakan sistem shift?” karena sepengalamanku mencari pekerjaan bersama Schatz selama sebulan ini, ketika Schatz mendaftar ke shift sore, kami berakhir dengan tidak menerima panggilan apapun dari restoran terkait.

Ada yang pakai, ada yang tidak. Tergantung kebijakan tempatnya”. Jonn menjawab dengan sangat singkat dan padat. Maksudnya disini adalah sistem shift itu pasti ada karena manusia bukan robot yang bisa bekerja 16 jam tanpa henti, tapi tidak semua restoran memberi kebebasan pada karyawannya untuk bisa memilih bekerja di shift pagi saja atau di shift sore saja. Jawaban yang cukup, dan menimbulkan pertanyaan lain dalam benakku.

Apakah status seorang pelamar sebagai mahasiswa yang masih aktif kuliah akan menghambat kemungkinan pelamar untuk diterima bekerja?” tanyaku lagi.

Dan jawabannya cukup mengejutkan.

Jonn menjawab, “ohh benar sekali, Risgaan. Kemarin banyak juga mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di tempatku. Dan aku perhatikan hasil kerja mereka kurang efektif dibanding karyawan yang benar-benar memiliki waktu free hanya untuk bekerja. Jadi sekarang bukan hanya tempatku saja, restoran lain pun memiliki kemungkinan 50:50 untuk menerima mahasiswa yang masih aktif kuliah”.

Oh ternyata seperti itu! Percayalah, aku sangat memahaminya, Jonn. Jadi, kira-kira apa yang menyebabkan pekerjaan mereka kurang efektif? Apa karena mereka hanya bisa menempati satu shift sehingga tidak bisa mengisi shift lain jika terjadi berubahan jadwal kerja?”.

Masalahnya ada pada waktu, Gan. Kegiatan mahasiswa ‘kan tidak bisa kita bilang stabil waktunya. Terkadang ada kegiatan mendadak, atau kehadirannya dibutuhkan di kampus ‘sebentar’, atau ada dosen yang minta pindah jadwal/jam yang bergesekan dengan waktu kerja, dan masih banyak lagi. Sedangkan kehadiran mahasiswa ini sangat dibutuhkan di tempat kerjanya saat itu. Itulah kenapa restoran-restoran akan berfikir berali-kali untuk menerima mahasiswa.”

Aku pun mulai memahami penjelasannya. Karena selama Schatz bekerja di Restoran A+, dimana keadaan restoran itu selalu ramai setiap malam harinya. Dan Schatz pernah tidak hadir satu malam saja karena ada urusan kampus, hal itu berakibat pada kinerja dan nama baik restoran tersebut. Sistem shift menjadi kacau, harus ada pegawai shift pagi yang datang menutup kekosongan tempat Schatz di shift malam. Jika tidak begitu, restoran akan kekurangan pegawai dan usaha untuk melayani pelanggan tidak akan berjalan maksimal dan berkemungkinan besar mendapat kritikan dari konsumen. Sebenarnya ketidakhadiran Schatz tidak akan menjadi masalah besar jika terjadi di restoran kecil, karena jika ada pemberitahuan sejak awal, sang pemimpin tentu bisa menangani hal tersebut dengan langsung menempatkan bawahannya disana. Namun karena Restoran A+ adalah restoran besar dan sangat sibuk pada malam hari, ketidakhadiran Schatz seolah menjadi lubang pengganggu yang harus dilewati pegawai-pegawai lain sembari melayani palanggan sampai hari itu selesai.

“Intinya adalah waktu”, Jonn menambahkan. “Memang susah mencari orang yang sepintar mahasiswa tapi memiliki waktu sebebas orang yang tidak kuliah. Masalahnya bukan pada kebijakan restoran yang rumit atau pada mahasiswa yang waktunya tidak bisa diprediksi. Mahasiswa memiliki hak untuk kuliah dan bekerja sekaligus. Tapi masalah sebenarnya ada pada kebutuhan konsumen, mereka adalah hal yang paling diutamakan pihak restoran. Jadi usaha dan karyawan dari pihak restoran memang dituntut untuk bekerja keras guna memuaskan konsumen.” jelasnya lagi.

Oh, ternyata begitu. Jadi itulah kenapa di beberapa lowongan restoran membeberkan syarat ‘bisa bekerja di bawah tekanan, mau bekerja sama, dan dapat bekerja dalam tim’, pikirku.

Kemudian aku mulai menjelaskan pada Jonn pengalamanku yang menemani Schatz melamar pekerjaan, dimana para atasan/pencari kerja langsung mundur ketika tahu jika Schatz adalah seorang mahasiswa.

“Iya, dimana-mana memang begitu. Mereka sebenarnya tahu jika mahasiswa itu terampil, tapi apakah waktunya siap dikorbankan untuk bekerja atau tidak. Apa mereka siap jika ketika dosen meminta perpindahan waktu kuliah dan itu bertabrakan dengan waktu kerja, mereka akan lebih memilih tetap pergi bekerja? Itulah kenapa sebenarnya kuliah sambil bekerja itu merepotkan. Dan atasan-atasan pun mulai takut untuk mengambil mahasiswa. Ada istilah dalam mempekerjakan mahasiswa yaitu gambling”.

Apa? Gambling?

Kenapa 'bertaruh'?? pikirku.

Ah yaa! 'Bertaruh'! Tentu saja.

Kemudian aku berbagi cerita kepada Jonn, tentang pengalaman Schatz yang dulu masih lebih mementingkan kuliah dibanding bekerja, aku berharap itu akan menjadi pelajaran besar baginya. Bahwa kuliah dan bekerja adalah dua hal yang berbeda dan tidak ada yang boleh dianaktirikan. Jonn mengerti betul karena posisinya adalah adik dari pemilik restoran.

Kemudian aku mempromosikan Schatz padanya, karena, jujur, aku mulai putus asa. Aku khawatir Schatz tidak akan mendapatkan pekerjaan dalam waktu dekat sedangkan tabungannya kian menipis.

Ternyata Jonn bisa membantu sedikit. Setelah memberikan kontak kakak laki-lakinya padaku, ia memberitahu kakaknya jika akan ada temannya yang ingin melamar pekerjaan di (sebut saja) JJ Resto & Cafe, restorannya. Dan sisanya aku serahkan langsung ke Schatz.

Schatz bertanya panjang lebar via Line dengan pemilik JJ Resto & Cafe, Bang Jeff. Bang Jeff pun menjelaskan dengan panjang lebar. Diakhir kata, Bang Jeff mempertimbangkan Schatz karena kebetulan ada satu pegawai yang ingin resign, namun Schatz tetap harus menunggu karena kejelasannya masih belum pasti kapan. Akhirnya Schatz dan aku kembali menunggu kabar darinya.

Keesokan harinya ternyata Schatz mendapat panggilan dari salah satu restoran yang pernah kami datangi untuk menaruh lamaran, sebut saja Wine&Dine Resto, tipe restoran yang menyediakan beraneka macam hidangan utama, hidangan pasta, nusantara, barat, makanan ringan, beer dan berbagai macam minuman yang sungguh menarik mata. Restoran ini memiliki dua lantai dimana lantai pertama bersifat kasual dan lantai kedua bernuansa Romantic Room, tipe lantai yang sangat ramai pada malam hari.  Dan tempat ini memiliki halaman parkir yang sangat luas. Letaknya juga berada di jalanan utama yang memiliki banyak pilihan tempat kuliner. Keunggulan-keunggulannya ini menjadikannya sebagai tempat yang diperhitungkan untuk disinggahi banyak pelanggan. Schatz diwawancarai langsung oleh sang pemilik. Setelah melewati sesi tanya-jawab, ternyata ia diterima, dan seperti biasa diminta untuk di-training dulu selama seminggu guna pengenalan menu. Karena seperti yang kita tahu, beda restoran, beda cara memasak!

Diakhir sesi sang pemilik sempat bercerita bahwa sebenarnya pernah ada beberapa mahasiswa yang bekerja di tempatnya dan sekarang menghilang begitu saja. Mereka tidak bisa diajak bekerja sama dan selalu menentang kebijakan yang sudah ditetapkan di restoran tersebut. Misalnya seperti ketika membuat menu Spaghetti Bolognese atau Nasi Goreng Ikan Asin, tahap pembuatannya adalah dari A-B-C-D-E. Namun mereka mengerjakannya dari D-E-B-C-A. Memang hasilnya akan sama-sama menjadi Nasi Goreng Ikan Asin, tapi pasti ada ciri khas yang disajikan dalam hidangan di restoran tersebut, dan itu tidak bisa diganggu gugat.

“Dapur 'tu bukan ranah publik yang bisa dikritik! Mentang-mentang mahasiswa jadi pengen nentang apa yang udah jadi kebijakan restoran. Kalo kita di masyarakat oke oke ajalah ngeritik suatu sistem yang ada. Lha ini kan di restoran! Kita tuh kerja sama orang, dan orang itu udah ada tata-caranya sendiri dalam ngejalanin restorannya.” Schatz mengungkapkan kekesalannya padaku hahaha. Aku pun makin yakin jika mahasiswa punya sisi buruk yang tidak begitu disukai oleh beberapa atasan di tempat kerja.

Selesai dari Wine&Dine Resto, Schatz diminta untuk mulai bekerja besok. Kami pun pulang dan mendiskusikan hal ini sebentar. Tapi ternyata Bang Jeff dari JJ Resto & Cafe kembali menghubungi Schatz dan memberi kepastian jika tenaganya dibutuhkan di JJ Resto & Cafe. Dan besok jika Schatz bisa, ia diminta untuk datang ke lokasi untuk langsung bertatap muka. Schatz setuju. Jadi kami akan pergi ke JJ Resto & Cafe besok sore.

JJ Resto & Cafe juga mempunyai 2 lantai. Lantai dasar adalah restorannya dan lantai 2 lebih bergaya seperti cafe dengan live musik. Tempat yang nyaman dengan banyak pilihan menu.

Apa? Besok?

Tunggu dulu!

Besok ‘kan Schatz sudah diminta untuk mulai bekerja di Wine&Dine Resto!

Aku dan Schatz pun berdebat sedikit. Aku memihak JJ Resto & Cafe karena aku memang pernah beberapa kali kesana bersama teman-teman sekolahku untuk berkumpul bersama Jonn (adik sang pemilik). Aku juga sempat beberapa kali mencicipi makanan dan minuman disana, tempatnya juga nyaman, pilihan menunya sangat sangat banyak sekali mulai dari hidangan nusantara hingga hidangan barat dan lain sebagainya. Kami berperang argumen soal kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tempat, baik dari lokasi, wifi, jam kerja, gaji awal, hingga pertimbangannya jika bekerja disana dalam jangka panjang. Schatz sempat kekeuh untuk bertahan di Wine&Dine Resto, namun akhirnya ia berpihak pada JJ Resto & Cafe dan kembali menghubungi Bang Jeff. Aku tidak merasa menang karena ia akhirnya berubah pikiran dan mengambil saranku. Tapi aku tahu, tempat mana yang sangat cocok untuknya, karena aku sudah tinggal di kota ini selama 15 tahun (Schatz adalah pendatang dari pulau Jawa), dan yang paling penting adalah jam kerjanya tidak terlalu mengganggu waktu kuliah.

Besoknya, aku dan Schatz langsung ke lokasi dan bertemu dengan Bang Jeff. Karena beliau bisa dibilang masih berjiwa, dan memang masih, muda, jadi wawancara yang dilakukan terkesan lebih santai dan hanya seperti bertukar cerita saja.

Keputusan akhir pun dicapai. Schatz akan mulai bekerja di awal bulan Mei nanti, sekitar 5 hari lagi. Mungkin untuk memudahkan dalam perhitungan gaji atau bagaimana aku juga tidak tahu, begitulah kebijakan disana. Aku hanya berharap Schatz tidak akan berpindah tempat kerja lagi. Selain karena mencari pekerjaan (seperti koki) memang repot, tapi juga karena nilai ‘bekerja di satu tempat dalam waktu yang lama’ akan terlihat bagus dalam daftar riwayat pekerjaan.

Aku sangat berterima kasih atas informasi dari Jonn dan bantuan dari Bang Jeff, karena mau mendengar dan mengerti kondisi dan keadaan Schatz yang masih aktif kuliah. Tidak banyak restoran yang mau repot-repot mewawancarai pelamar yang masih berstatus mahasiswa, mereka akan lebih memilih untuk tidak menghubunginya sama sekali. Dan itu membuatku putus asa. Dan karenanya juga aku jadi mendapatkan banyak pencerahan soal ‘nama mahasiswa di mata pemilik modal, terutama dalam dunia kerja paruh waktu’.

Andai saja para mahasiswa itu bisa menjaga nama ‘mahasiswa’ yang dibawanya. Tapi tentu saja tidak semua mahasiswa seperti itu, tapi di lapangan faktanya memang, maaf, kebanyakan seperti itu. Kesulitannya adalah mahasiswa-mahasiswa yang benar-benar membutuhkan pekerjaan paruh waktu jadi harus melewati masa yang sulit dalam mencari pekerjaan.

Cerita ini hanya sedikit gambaran dari penelitian konyol yang aku lakukan selama sebulan lebih. Sebenarnya banyak sekali cerita-cerita yang diberikan para atasan restoran dan tempat kerja lainnya soal pandangan mereka terhadap mahasiswa dalam dunia kerja paruh waktu. Tapi tentu saja tidak semua mahasiswa seperti itu.

Pikiran-pikiran yang sudah kutampung selama itu mengantarkanku kepada jawaban 'apa yang harus aku lakukan untuk melewati masalah ini'. Dan itu menyenangkan.

Terima kasih sudah meluangkan waktumu untuk membaca tulisan yang tidak terlalu bagus ini hahaha. Sekian.

Ttd.
Risgaan

P.S.
Nama dan tempat disamarkan untuk menjaga kepentingan umum. Terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang sudah terlibat.

Jumat, 18 November 2016

Selamat Hari Jadi Yang Pertama!

Pontianak, 18 November 2016


Selamat hari jadi yang pertama, sayang!

Sejujurnya, butuh waktu lama bagiku untuk merangkum setiap kenangan selama setahun ini menjadi sebuah postingan yang terbatas oleh karakter. Mengingat setiap detik yang kuhabiskan hanya berputar dan selalu tersia-sia di sekitarmu. Bagaimana tidak, mulai dari berada di dalam universitas yang sama, fakultas yang sama, program studi yang sama, bahkan kelas yang sama disetiap mata kuliah yang kita ambil. Oh! Bahkan ketika duduk juga selalu bersebelahan. Lucunya tidak terasa sudah tiga semester perkuliahan kita lewati. Mulai dari perang IPK, presentasi, nilai UTS, hingga siapa yang sampai duluan ke toilet. Mengingatnya saja membuatku salah tingkah sendiri.

Kamu ingat saat semester satu? Kamu selalu menegurku karena aku sering kali mengerjakan tugas satu hari sebelum tugas itu dikumpulkan, seolah-olah tugas yang dikerjakan lebih awal akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Akhirnya aku jengkel dan menantangmu untuk menunjukkan IPK siapa yang lebih tinggi. Kamu mendapatkan IPK 3.4 saat itu, sebuah nilai yang menurutku sangat hebat untuk orang yang kuliah sambil bekerja berat. Namun sayang sekali kamu harus berakhir dengan meneraktirku  tiket bioskop sesuai perjanjian kita karena IPK-ku menyentuh angka 3.8 saat itu hahahahahahahahah! Aku puas sekali saat itu. Aku tidak ingin menjatuhkanmu, aku hanya ingin kamu mulai percaya padaku, bahwa aku tidak setega itu menyia-nyiakan masa mudaku untuk menua di kampus. Aku bisa mengatasi tugas-tugasku dan mengontrol nilaiku. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan nilaiku lagi, karena aku yakin, diwaktumu yang sangat padat ini, kamu punya banyak hal penting lain yang bisa dikerjakan, selain mengomeli aku terus menerus haha.

Melanjutkan cerita yang tadi, dan ingatkah kamu? Kamu pun bersumpah untuk membalas kekalahan itu di semester berikutnya. Namun sayangnya IPK semester dua kita seri, sama-sama mendapatkan nilai 3.6 saja di delapan mata kuliah yang kita ambil. Sayangnya lagi kita harus berada di dua kelas yang berbeda, sehingga menurutku kurang adil saja karena bertaruh namun dididik dan dinilai oleh dosen yang berbeda. Aku jadi tidak bisa memenangkan tiket bioskop lagi huh. Meskipun kamu tetap sering meneraktirku di banyak hal, hanya saja menurutku akan hampa rasanya jika tidak ada event atau sesuatu yang terjadi ketika kamu memberikan barang-barang itu. Tapi tetap saja, terima kasih banyak untuk semuanya!

Aku tidak akan menceritakan kisah-kisah romantis kita disini. Jadi kamu boleh kecewa sekarang dan berhenti membacanya hahaha. Aku tidak akan menulis betapa seringnya kamu mengantar-jemputku setiap hari, menemaniku membeli pembalut dan alat makeup, selalu datang ke rumahku ketika semua pekerjaanmu sudah selesai, selalu berbincang dengan Mama soal banyak hal, bahkan Mama yang menyuruhmu langsung untuk kesini ketika kamu mulai sibuk dan tidak sempat kemari selama beberapa hari. Kamu juga orang pertama yang Mama hubungi jika di rumahku sedang memasak banyak makanan dan Mama juga yang langsung membungkuskannya untuk kamu bawa pulang lagi. Mama sendiri juga yang memintamu untuk memasangkan gantungan baju yang kamu buat sendiri di kamarku, membantu memasangkan lintasan gorden yang lepas, mengganti bohlam lampu, membantu memindahkan barang ketika ada acara, dan sebenarnya masih banyak sekali hal lainnya. Aku jadi bingung, kamu itu sebenarnya kekasih atau kakak laki-lakiku? Kenapa kamu akrab sekali dengan Mama? Haha.

Meskipun Papa terlihat kurang rela ketika pertama kali melihatku diantar-jemput olehmu karena beliau harus menyadari bahwa putri kecilnya sudah memiliki sosok pangeran yang akan menjaganya mulai sekarang. Tapi tetap saja Papa selalu memberikan kita banyak makanan dan selalu menjamumu di rumahnya, bukan? Kamu juga selalu memiliki percakapan ketika bertemu dengan Abangku, bahkan kamu juga akrab dengan teman-temannya. Mungkin karena naluri alamiah anak laki-laki ya? Kamu juga tidak keberatan ketika aku mengajakmu bermain bersama Snowy yang semakin gendut dan Bray yang pemalu haha. Bulu mereka yang menempel di jaketmu tidak membuatmu risih, kamu selalu menjawab bahwa hanya dengan sapuan tangan juga akan hilang. Memang benar, namun sulit untuk menemukan lelaki yang sesabar dan setulus dirimu ini, sayang.

Terima kasih.

Terima kasih karena telah menjadikan setiap tanggal delapan belasku begitu menyenangkan setahun belakangan ini. Terima kasih karena menjadi bagian terpenting di ulang tahunku yang ke 19. Terima kasih karena telah datang dan menyatakan perasaan untuk menjalani hubungan yang serius tepat setahun yang lalu. Terima kasih atas semua waktu dan tenaga telah kamu korbankan selama ini. Terima kasih selalu mendatangiku dikala perdebatan kita tidak akan selesai melalui pesan singkat. Terima kasih karena selalu menenangkan dan memberikanku semangat. Terima kasih karena selalu perduli, serta semua omel-omelanmu itu. Terima kasih karena mau memperbaiki segala hal bersamaku. Terima kasih karena kamu selalu terbuka, karena kamu selalu menunggu penjelasan, karena kamu tidak menyimpulkan semua sendiri. Terima kasih karena telah mempercayaiku, karena selalu memberikanku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, karena kamu yakin aku yang terbaik untukmu. Terima kasih. Terima kasih karena tetap disini meskipun kamu punya pilihan untuk pergi.

Aku tidak bisa menuliskan semuanya, ya ampun. Kenapa aku mulai merasa emosional. Perasaan ini begitu abstrak. Ada senang, terharu, benci, marah, dan sedih disana. Tapi semua itu bersimbiosa dan membentuk kenangan-kenangan dirimu yang selalu aku rindukan. Aku rindu omelanmu, aku rindu wajah sinismu, aku rindu sikap cemburumu, aku merindukan semuanya. Kita pernah berbeda pendapat, sering sekali berbeda pendapat, kita akan mulai menjauh beberapa saat, tapi aku tidak pernah keberatan karena aku tahu itu hanya sementara. Karena tempat pulangmu, pelarian paling nyamanmu, dan segala alasan kenapa kamu ada di kota kecil ini hanya satu, aku.

Aku bersyukur atas pertemuan kita yang kurang ramah. Jika aku tidak mengejekmu kala itu mungkin saja aku tidak pernah tertarik lebih jauh padamu. Aku senang kamu memilihku di antara banyak pilihan wanita-wanita cantik yang ada di sekitarmu, yang sudah terlebih dahulu dekat denganmu. Aku masih tidak percaya pria yang tidak pernah aku lihat kala itu menjadi pria paling penting dalam hidup saat ini. Terima kasih banyak, karena telah datang dan tidak pergi.

Semoga dihari jadi kita yang pertama ini membuka jalan kita ke hari-hari penuh kasih sayang berikutnya. Semoga kita semakin saling mengerti satu sama lain, saling menyayangi, hingga kita wisuda dan melanjutkan S2 di luar negeri seperti yang sudah kita rencanakan. Hingga kita lulus S2 dan mulai mencari kerja, hingga kita menghasilkan uang sendiri dan mulai berumah tangga, memulai kisah yang sama dibuku yang berbeda. Hingga kita terpisahkan oleh berhentinya detak jantung kita. Tapi ingatlah, sayangku, Sultan Sahara, meskipun jantungku, otakku, dan tubuhku mati, namun ingatanku selalu hidup di dalam dirimu, begitu pun sebaliknya. Jadi bersiaplah, karena aku akan sangat menyusahkan hari-harimu ke depannya, aku ingin kau memaafkanku dari sekarang hahaha.

Selamat hari jadi yang pertama, sayang! Aku sangat menyayangimu...


Peluk cium dari jauh,

Dolpino.

Kamis, 01 September 2016

Review Film: Don't Breathe (2016)


Ini adalah kali pertama aku ngereview film di blog. Semoga ga mengecewakan.

Basmalah.

Jadi kemarin siang aku sama pacar mutusin buat nonton di bioskop XXI Ayani Megamall Pontianak. Karena perencanaannya yang dadakan, kita jadi ga tau harus nonton film apa. Setelah liat-liat bentar ketemulah kita sama film Don’t Breathe ini. Kita kira film ini adalah film horror setan-setanan di rumah berhantu, kalo diliat dari posternya.



Kita emang ga baca sinopsis dan ga punya info apa-apa soal film ini. Dan ternyata eh ternyata, ini adalah film thriller. Fak. I hate thriller. Ga tahan euy. Hati q terlaloe lembudh *apa.

Lanjut. Film diawali dengan perkenalan para tokohnya. Ada tiga remaja, dua cowok, sebut aja Money dan Alex, dan satu cewek, Rocky, yang tinggal disuatu kota yang hampir mati. Kotanya sepi dan ga ada kesempatan orang miskin buat kerja dan dapet duit. Nah ketiga remaja ini dapet duit dengan cara ngerampok rumah-rumah orang kaya dan barang hasil rampokannya dijual.

Mereka mutusin untuk ngerampok buat yang terakkhir kali dan pindah ke California karena kesempatan hidup yang lebih baik. Dan mereka pun dapet info dari informan tempat mereka ngejualin barang rampokan kalo ada rumah yang nyimpen duit cash banyak banget. Mereka pun semakin tergoda pas tahu kalo yang tinggal di rumah itu cuman seorang bapak-bapak yang buta. Bapak ini adalah mantan anggota militer yang sekarang buta karena kena pecahan granat di kedua matanya pas masih bertugas. Sebenernya bapak ini juga punya seorang putri, tapi putrinya udah meninggal karena ditabrak mobil, jadi beliau dapet uang kompensasi sebesar 300.000 USD.

Mereka pun mulai ngintai rumah si bapak. Bapaknya emang tinggal sendirian sama anjingnya yang item gede dan galak banget. Rumahnya juga bukan rumah mewah, cuman rumah bertingkat dari kayu yang ga terlalu keurus. Akhirnya malamnya, Money, Alex, dan Rocky mulai masuk ke rumah si bapak. Ketika mereka udah berhasil masuk ke dalem rumah, Money masuk ke kamar si bapak buat ngasih gas tidur. Money kira bapak itu udah kebius jadi mereka pun agak gaduh. Tapi ternyata bapaknya ga kebius dan malah nyamperin suara berisik yang ada di rumahnya. Ceritanya mulai seru abis disini.

Bayangin aja gimana cara seorang veteran perang Irak yang buta (dan bawa-bawa pistol) ngelawan ketiga rampok yang masuk ke dalam rumahnya. Belom lagi perjuangan mereka buat keluar dari rumah si bapak pas tahu ternyata duit yang ada di rumahnya itu nyampe satu juta dollar! Adegan-adegannya seru banget! Ngagetin juga! Mereka harus kabur karena si bapak ga ragu buat ngebunuh mereka, belom lagi semua pintu dan jendela yang dijeruji, lepas dari si bapak mereka malah dikejar-kejar anjing rabiesnya di dalem rumah, dan fakta lain bahwa ternyata si bapak udah nyekap cewek penabrak-mati putrinya di gudang bawah tanah. Kita ga bakal tahu endingnya karena bisa aja si bapak yang berhasil ngebunuh ketiga rampok dan ngambil duitnya lagi atau malah para perampok yang berhasil keluar dari rumah si bapak dan kabur ke California.

Pokoknya filmnya seru banget! Adegan-adegannya ga terduga, bikin ngeri, gregetan, ngilu, kasian, sedih, seneng, pokoknya campur aduk deh! Filmnya jadi kerasa lama banget karna terasa padat dan keren. Beda banget sama film-film dengan genre yang sama, efek psikologisnya dapet banget. Direkomendasiin buat yang suka film non-drama-dramaan karena filmnya realistis banget!

Over all filmnya the best! Wajib wajib wajib banget ditonton buat yang suka thriller!

Rating: 8.9/10

Jumat, 29 Juli 2016

Samsung Galaxy Grand Prime's Secret Codes

Display IMEI.
IMEI (International Mobile Equipment Identity) is a unique 15-digit number assigned to all cellular devices. We can use this number to block a mobile phone from being used by another person or phone company if it has been lost or stolen.
Use this to displays your Samsung handset's IMEI Number. The same code works from all other GSM handsets.
Type *#06#

Enter the service menu on newer phones like Galaxy S III
Type *#0*#

Show Software Version.
Use this to Show Software Version of your handset.
Type *#9999#

Show Software Version (instructions).
Use this to Show Software Version (instructions) of your handset.
Type *#0837#

Show Serial Parameters.
Use this to the Show Serial Parameters of your handset.
Type *#0001#

Activates the smiley when charging.
Use this to Activate the smiley when charging on your handset.
Type *#9125#

LCD Contrast.
Type *#0523#

Battery status (capacity, voltage, temperature).
Type *#9998*228#

Program status.
Type *#9998*246#

Change Alarm Buzzer Frequency.
Type *#9998*289#

Debug Screens.
Type *#9998*324#

Watchdog.
Type *#9998*364#

EEPROM Error Stack - Use side keys to select values.
Type *#9998*377#

Trace Watchdog.
Type *#9998*427#

Change LCD contrast.
Type *#9998*523#

Jig detect.
Type *#9998*544#

Memory status.
Type *#9998*636#

SIM File Size.
Type *#9998*746#

SIM Service Table.
Type *#9998*778#

RTK (Run Time Kernel) errors - if ok then phone is reset.
Type *#9998*785#

Run, Last UP, Last DOWN.
Type *#9998*786#

Software Version.
Type *#9998*837#

Test Vibrator - Flash the screen light during 10 sec and vibration activated.
Type *#9998*842#

Vocoder Reg - Normal, Earphone or Carkit.
Type *#9998*862#

Diag.
Type *#9998*872#

Reset On Fatal Error.
Type *#9998*947#

Last/Chk.
Type *#9998*999#

Yann debug screen (Debug Screens).
Type *#9998*9266#

Software version.
Type *#9998*9999#

Changes serial parameters (s=?, f=0.1, t=0.1).
Type *0001*s*f*t#

ANDROID secret codes

*#06# – IMEI number

*#*#273282*255*663282*#*#* – Immediate backup of all media files

*#*#4636#*#*

This code can be used to get some interesting information about your phone and battery. It shows following 4 menus on screen:

* Phone information
* Battery information
* Battery history
* Usage statistics

*#*#7780#*#*

This code can be used for a factory data reset. It'll remove following things:

* Google account settings stored in your phone
* System and application data and settings
* Downloaded applications
It'll NOT remove:

* Current system software and bundled applications
* SD card files e.g. photos, music files, etc.
PS: Once you give this code, you get a prompt screen asking you to click on "Reset phone" button. So you get a chance to cancel your operation.

*2767*3855# - Think before you give this code. This code is used for factory format. It'll remove all files and settings including the internal memory storage. It'll also reinstall the phone firmware.

PS: Once you give this code, there is no way to cancel the operation unless you remove the battery from the phone. So think twice before giving this code.


*#*#34971539#*#* - This code is used to get information about phone camera. It shows following 4 menus:
* Update camera firmware in image (Don't try this option)
* Update camera firmware in SD card
* Get camera firmware version
* Get firmware update count

WARNING: Never use the first option otherwise your phone camera will stop working and you'll need to take your phone to service center to reinstall camera firmware.

*#*#7594#*#*

This one is favorite one. This code can be used to change the "End Call / Power" button action in your phone. Be default, if you long press the button, it shows a screen asking you to select any option from Silent mode, Airplane mode and Power off.

You can change this action using this code. You can enable direct power off on this button so you don't need to waste your time in selecting the option.

*#*#225#*#* - Events calendar.

*#*#426#*#* - Debug information for Google Play service.

*#*#759#*#* - Access Google Partner setup (Rlz debug interface).

*#872564# - USB logging control

*#9900# - System dump mode

*#*#97#*#* - Language and Keyboard settings

*#*#46*#*# - Reset Sim

*#301279# - HSDPA
HSDPA means “High Speed Downlink Packet Access” and is a technique used in the UMTS mobile communication system, the download speeds of currently 3.6 Mbit/s to 7.2 Mbit/s. HSUPA is developed commercially since 2007 in Germany. High Speed Downlink Packet Access (HSDPA, 3.5G, 3G + or UMTS broadband) is a data transmission method of the cellular standards UMTS, which was defined by the 3rd Generation Partnership Project. The method enables DSL-like data rates in mobile networks. HSDPA is available in Germany, among others by the network operators Vodafone, E-Plus, O2, and telecom and in Switzerland by Swisscom, Sunrise and Orange. In Austria operate the A1, T-Mobile, Orange and Three HSDPA networks./HSUPAHSUPA means “High Speed Uplink Packet Access” and is a technique used in the UMTS mobile communication system, the upload speeds up to 5.8 Mbit/s. High Speed Uplink Packet Access (HSUPA) is a transmission method of the UMTS mobile radio standard that allows higher data rates in the uplink and reduces the round trip time (often referred to as ping). HSUPA Category 6 were up to 5.76 Mbit / s and category 9 (Release 9) up to 23 Mbit / s can be achieved. HSUPA is part of Release 9 of UMTS.Control Menu

*#7465625# - View phone lock status

*#*#273283*255*663282*#*#* - This code opens a File copy screen where you can backup your media files e.g. Images, Sound, Video and Voice memo.

*#*#197328640#*#* - This code can be used to enter into Service mode. You can run various tests and change settings in the service mode.

WLAN, GPS and Bluetooth Test Codes:

*#*#232339#*#* OR *#*#526#*#* OR *#*#528#*#* - WLAN test (Use "Menu" button to start various tests)

*#*#232338#*#* - Shows WiFi MAC addressMAC (Media Access Control), address is a globally unique identifier assigned to network devices, and therefore it is often referred to as hardware or physical address. MAC addresses are 6-byte (48-bits) in length, and are written in MM:MM:MM:SS:SS:SS format. The first 3-bytes are ID number of the manufacturer, which is assigned by an Internet standards body. The second 3-bytes are serial number assigned by the manufacturer.

*#*#1472365#*#* - GPSThe Global Positioning System (GPS) is a space-based navigation system that provides location and time information in all weather conditions, anywhere on or near the Earth where there is an unobstructed line of sight to four or more GPS satellites.test

*#*#1575#*#* - For a more advanced GPS test

*#*#232331#*#* - Bluetooth test

*#*#232337#*# - Shows Bluetooth device address

*#*#8255#*#* - This code can be used to launch GTalk Service Monitor.Gtalk Service Monitor and play services monitor are developer options to let you examine and debug the push connections to google talk and google play services. Below these, the "restore default heartbeats" button lets you bring back the original heartbeat exchange settings if you have to. The final button is about making a donation to the developer of this convenient app. and that is it! now, you are left to experiment with the data and wi-fi settings until you land the most comfortable intervals for you.

*#*#36245#*#* - Access email debug information.

Codes to get Firmware version information:

*#*#4986*2650468#*#* - PDA, Phone, H/W, RFCallDate

*#*#1234#*#* OR *#1234# - PDA and Phone firmware information

*#*#1111#*#* - FTA SW Version (1234 in the same code will give PDA and firmware version)

*#12580*369# – Software and hardware info

*#9090# – Diagnostic configuration

*#*#2222#*#* - FTA HW Version

*#*#44336#*#* - PDA, Phone, CSCThe Customer Service Code (CSC) plays an important role in the operation of your Samsung mobile device. Different countries have different standards for both voice and data communications to a cell phone tower. Although most countries follow the international standard for WiFi connects, there are variations from the standard. The CSC code ensures that your mobile device complies with the standards for your country, and your cell phone operator. The CSC code also determines the source for firmware updates via FOTA or Samsung Kies., Build Time, Changelist number

Codes to launch various Factory Tests:

*#*#0283#*#* - Packet Loopback

*#*#0*#*#* - LCD display test

*#*#0673#*#* OR *#*#0289#*#* - Melody test

*#*#0842#*#* - Device test (Vibration test and BackLight test)

*#*#2663#*#* - Touch screen version

*#*#2664#*#* - Touch screen test

*#*#0588#*#* - Proximity sensor test

*#*#3264#*#* - RAM version 




GSM codes

Type the code and press send button.

Barring code: 0000

Check barring

Outgoing: *#33#

Incoming: *#35#

Cancel all: #330*BC# (BC=barring code)

Set out: *33*BC#

Cancel out: #33*BC#

Set in: *35*BC#

Cancel in: #35*BC#

Set out msg: *33*BC*16#

Cancel out msg: #33*BC#

Set in msg: *35*BC*16#

Cancel in msg: #35*BC#

Divert calls (N=number)

set all: **21*N#

check all: *#21#

Cancel all: ##21#

Smart menu 
GP: *111#

Robi: *140#

Banglalink: *789#

Waiting 
Set: *43#

Cancel:#43#

Check:*#43#

Restore PIN by PUK: 

**04*PUK*PIN*PIN#

Restore PIN2 by PUK2:

**042*PUK2*PIN2*PIN2#

International Mobile Equipment Identity (IMEI):*#06#

Type code and press the green key! 

Caller's ID: *#30#

My caller ID: *#31#

Answering number: *#76#

My ID on ans: *#77#

Type*#61# and press call - Check redirection status.

Cancel all redirections:##002# ;

*43# to activate call waiting, to deactivate#43#.

If your phone doesn't have incoming call barringand outgoing call barring, You can try this.

For outgoing call barring dial *33*barcode*# and pres OK.

To deactivate it dial #33#barcode*#.

On any phone on any network type in **43# to enable conference calls. You can make up to7 calls at once .

If you need to block SMS reception (if you are spammed by someone) just press this code: *35*xxxx*16#

xxxx is your Call Barring code (default is 0000).

To remove this barring type: #35*xxxx# .

If you want to hide/show your phone number when calling, putone of these codes below in front of the number that you are going to call. (*#30# / *#31# or*31# / #31# ) Works onsome networks.

Typing *0# or *nm# on the beginning of a txt message gives you detailed delivery report on some networks.. But turn off reports in message settings before.

When the sim card-pin blocked type **042*pin2 old*newpin2*newpin2* .

To hide Your number while texting (only 02 network n Nokia phone) go 2 the messages menu select create e-mail, it will ask for an e-mail adress, enter t@t, enter a subject, write the msg than send. It will ask e-mail server number, enter the number of your friend and send!
When roaming, type*#111*# or *#111# to call home abroad.